Indonesia | English | Arabic
Jum'at, 19 Oktober 2018
Anda di : Home >> Berita >> PERKUMPULAN PROFESI ADMINISTRASI RUMAH SAKIT INDONESIA

Berita

PERKUMPULAN PROFESI ADMINISTRASI RUMAH SAKIT INDONESIA
» Selasa, 08 Mei 2018| 21:00 | Dibaca: 910 kali | Kategori : Berita STIKES

PP-ARSI PPT-ARSI

“Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, program profesi, program spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia, yang mempunyai fungsi dan tanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan” (Permenristek RI, tahun 2015). Berdasarkan tanggung jawab tersebut maka seluruh perguruan tinggi di Indonesia perlu melakukan upaya penetapan standar dan peningkatan mutu pendidikan secara terus menerus dan berkelanjutan (Quality Improvement). Upaya Penjaminan Mutu (Quality Assurance) perguruan tinggi salah satu hal yang wajib dilakukan untuk menumbuhkan budaya mutu sehingga tercipta organisasi yang baik dan sehat (Good Government). Upaya penjaminan mutu suatu pendidikan Tinggi dilakukan dengan menetapkan dan upaya peningkatan standar pendidikan yang berkelanjutan. Sesuai dengan UU Nomor 12 tahun 2012 Dikti Pasal 54 bahwa “Setiap Perguruan Tinggi harus menetapkan Standar pendidikan Tinggi yang mengacu pada standar Nasional Nasional pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh Menteri pendidikan. Standar tersebut merupakan satuan standar yang meliputi standar nasional pendidikan, ditambah dengan standar penelitian, dan standar pengabdian kepada masyarakat”. (Permenristek no 44 tahun 2015). Penetapan standar pendidikan tinggi hendaknya diselenggarakan secara terencana dan memiliki indikator yang terukur serta akuntabel sesuai dengan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi lulusan yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. sesuai himbauan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. bahwa setiap perguruan tinggi wajib mengembangkan sebuah ukuran kualifikasi lulusan pendidikan di Indonesia yang mengacu pada kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) agar menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan bersaing di tingkat global. Standar Pendidikan Nasional Perguruan Tinggi memberikan landasan untuk menyusun dan menetapkan arah kebijakan standar pendidikan, membentuk iklim dan menciptakan suasana akademik, dengan ruang lingkup pengembangan meliputi standar hasil, standar isi, standar proses, sarana dan prasarana, standar pengelolaan dan standar pembiayaan yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. (Permenristekdikti, 2015). Untuk menjamin dan merefleksikan bahwa standar pendidikan tinggi sudah memenuhi persyaratan keahlian dan kode etik profesi administrasi Rumah Sakit. maka peran organisasi profesi menjadi penting untuk Perguruan Tinggi bidang Administrasi Rumah Sakit. Organisasi profesi memiliki kewenangan mengendalikan pelayanan yang aman dan berkualitas, berdasarkan undang-undang no 18 tahun 2012 bahwa organisasi profesi adalah suatu bidang kegiatan profesi yang dijamin oleh negara untuk mengembangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat sesuai denga perauturan perundang-undangan, untuk menjamin tanggung jawab dan akuntabilitas profesionalisme, organisasi profesi wajib menentukan standar, persyaratan dan sertifikasi keahlian serta kode etik profesi. Di Indonesia, Program Studi Manajemen/Administrasi Rumah Sakit (Prodi MARS) relatif masih baru. Sampai dengan tahun 2017 di Laman Forlap Kemenristekdikti jumlah Perguruan Tinggi (PT) yang memiliki Prodi MARS semua jenjang pendidikan baik D.III, S-1 dan S-2 tercatat 31 Perguruan Tinggi. Beberapa Perguruan Tinggi yang mengembangkan ilmu Manajemen/ Administrasi Rumah Sakit berupa peminatan di Fakultas Kesehatan Masyarakat atau Fakultas sejenis lainnya. Sesuai Permendikbud nomor 154 Tahun 2014 tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi, telah ditetapkan gelar lulusan untuk Prodi D3 ARS dan S2 ARS, sedang gelar untuk S1 ARS belum ada, padahal telah diterbitkan ijin penyelenggaraan Prodi S1 ARS sejak tahun 2012 dan sampai dengan tahun 2014 telah tercatat di Laman Forlap Dikti terdapat 11 Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit. Pada tahun 2017 terbit Keputusan Menteri Ristekdikti nomor 257/M/KPT/2017 tentang Nama Program Studi Pada Perguruan Tinggi, yang menetapkan bahwa Program Studi Administrasi Rumah Sakit merupakan salah satu Progam Studi di Perguruan Tinggi. Dengan diterbitkannya Kemenristekdikti no. 257/M/KPT/2017 tersebut maka nomenklatur program studi di perguruan tinggi harus menyesuaikan, termasuk Program Studi Manajemen Rumah Sakit menyesuaikan menjadi Program Studi Administrasi Rumah sakit. Pada kenyataannya Standar, persyaratan dan sertifikasi keahlian serta kode etik profesi Administrasi Rumah Sakit sebagai acuan penyusunan standar isi, proses, Evaluasi dan pengendali pada saat ini sulit didapat oleh perguruan Tinggi Khususnya program studi Administrasi Rumah Sakit, sehingga yang menjadi acuan adalah Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan KKNI belum seragam. Dalam UU no. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan pasal (11), lulusan administrasi rumah sakit masih belum dimasukkan dalam kategori tenaga kesehatan. Oleh karena itu untuk mendapatkan pengakuan akademik bahwa ilmu administrasi rumah sakit sebagai ilmu terapan dan lulusan Prodi ARS sebagai tenaga kesehatan maka perlu dibentuk Perkumpulan Perguruan Tinggi yang memiliki program studi ARS dan Organisasi Profesi Administrator Rumah Sakit. Secara kelembagaan organisasi yang memiliki program studi Administrasi Rumah Sakit dan organisasi profesi yang menaungi program studi Administrasi Rumah Sakit di Indonesia selama ini ada 2 (dua) organisasi yakni 1) Perkumpulan Perguruan Tinggi Pengelola Prodi ARS yaitu P4ARSI yang berpusat di Surabaya dan 2) PPT-MARSI (Perkumpulan Perguruan Tinggi Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia yang berpusat di Bandung. Selain itu ada 2 (dua) Perkumpulan Profesi Administrator Rumah Sakit yaitu PEHARSI yang berpusat di Surabaya dan PARSI di Bandung. Demi penguatan organisasi yang lebih efektif dan efisien untuk memperjuangkan pengakuan tenaga kesehatan di Indonesia maka dengan niat baik dan demi kemajuan Prodi ARS dan lulusannya, maka 2 (dua) organisasi tersebut pada hari Minggu tanggal 25 Februari 2018 di Hotel Papandayan Bandung sepakat untuk melakukan merger. Sebagai tindak lanjut merger tersebut maka diselenggarakan Seminar Nasional sekaligus Rapat Kerja Nasional bidang Administrasi Rumah Sakit di Indonesia untuk melakukan konsolidasi organisasi, menyusun program kerja dan hal-hal yang terkait dengan pengembangan ilmu administrasi sebagai rumpun ilmu serta upaya pengakuan profesi administrator rumah sakit sebagai tenaga kesehatan. Berdasarkan paparan tersebut di atas maka pengelola perguruan administrasi pelayanan rumah sakit merasa bertanggung jawab dan sepakat untuk melakukan kerja serta bersinergis membangun organisasi berkualitas dan sehat, melalui kegiatan Seminar Nasional (SEMNAS) dan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) untuk memperoleh penyeragaman kompetensi lulusan sekaligus pengakuan organisasi dari pemerintah sekaligus pengakuan lulusan administrasi rumah sakit sebagai tenaga kesehatan.

Link ars-indonesia.org


Comment:


Add New Comment:


Nama: *

Email / HP:

Komentar: *

characters left


Enter code *