Indonesia | English | Arabic
Ahad, 27 Mei 2018
Anda di : Home >> Artikel >> Artikel Kesehatan Rekam Medis

Artikel

Artikel Kesehatan Rekam Medis
» Senin, 05 Juni 2017| 12:34 | Dibaca: 1535 kali

Artikel Kesehatan: Rekam Medis

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia catatan medis (rekam medis) adalah : ”Keterangan baik yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas, anamnesa, penentuan  fisik,  laboratorium,  diagnosa  segala  pelayanan  dan  tindakan  medis yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat” (Dirjen Yandmed, 1997)
Menurut APKIES IRIS Pada  http://www.apkies.com/Iris.html (2000) Rekam medis adalah suatu profesi yang sangat penting dalam masa-masa pembangunan kesehatan yang mengandalkan profesionalisme, terutama ketika Undang-undang Perlindungan Konsumen telah berjalan efektif. Kehadiran profesi ini telah diperlukan karena tuntutan hukum telah semakin sering dilakukan terhadap dokter
dan fasilitas pelayanan kesehatan.
a. Akurat, menggambarkan proses dan hasil akhir pelayanan yang diukur secara benar.
b. Lengkap,   mencakup   seluruh   kekhusuan   pasien   dan   sistem   yang dibutuhkan dalam analisis hasil ukuran.
c. Terpercaya, dapat digunakan dalam berbagai kepentingan.
d. Valid atau sah sesuai dengan gambaran proses atau produk hasil akhir yang diukur.
e. Tepat waktu, dikaitkan dengan episode pelayanan yang terjadi.
f.  Dapat digunakan untuk kajian, analisis dan pengambilan keputusan.
g. Seragam,  batasan  sebutan  tentang  elemen  data  yang  dibakukan  dan konsisten penggunaanya di dalam maupun luar organisasi.
h. Dapat dibandingkan dengan standar yang disepakati dan diterapkan. i.   Terjamin kerahasiaannya
j.  Mudah diperoleh melalui sistem komunikasi antar yang berwenang.

Tujuan Rekam Medis

Menurut Depkes RI (1997) adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi rumah sakit akan berhasil sebagaimana yang diharapkan. Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar, mustahil tertib administrasi rumah sakit akan berhasil sebagaimana yang diharapkan. Sedangkan tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam upaya pelayanan kesehatan yang bermutu di rumah sakit. 

Kegunaan Rekam Medis

Kegunaan rekam medis dapat dilihat berbagai aspek. Secara umum kegunaan rekam medis menurut Depkes RI, 1997 yaitu :
a. Sebagai alat komunikasi antar dokter dengan tenaga ahli lainnya yang ikut ambil bagian dalam memberikan pelayanan pengobatan, serta perawatan terhadap pasien.
b. Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan atau perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien.
c. Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan, perkembangan penyakit dan pengobatan selama pasien berkunjung atau dirawat dirumah sakit

d. Sebagai  bahan  yang  berguna  untuk  analisa,  penelitian  dan  evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Penyusutan Rekam Medis

Penyusutan rekam medis adalah suatu kegiatan pengurangan arsip dari rak penyimpanan dengan cara :
a)  Memindahkan arsip rekam medis in aktif dari rak aktif ke rak in aktif dengan cara memilah pada rak penyimpanan sesuai dengan tahun kunjungan.
b)  Memikrofilmkan berkas rekam medis in aktif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c)  Memusnahkan  berkas  rekam  medis  yang  telah  dimikrofilm  dengan cara tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tujuan penyusutan arsip :
a)  Mengurangi jumlah arsip rekam medis yang semakin bertambah
b) Menyiapkan  fasilitas  yang  cukup  untuk  tersedianya  tempat penyimpanan berkas rekam medis yang baru.
c)  Tetap  menjaga  kualitas  pelayanan  dengan  mempercepat  penyiapan rekam medis jika sewaktu–waktu diperlukan. 

 

d)  Menyelamatkan arsip yang bernilai guna tinggi serta mengurangi yang tidak bernilai guna / nilai guna rendah atau nilai gunanya telah menurun.

Pemusnahan arsip rekam medis

adalah suatu proses kegiatan penghancuran secara fisik arsip rekam medis. Penghancuran  harus  dilakukan  secara  total  dengan  cara  membakar  habis, mencacah atau daur ulang sehngga tidak dapat lagi dibaca.
Ketentuan pemusnahan rekam medis  :
a)  Dibentuk tim pemusnah arsip dengan surat keputusan direktur yang beranggotakansekurang–kurangnya ketatausahaan, unit penyelenggaraan rekam medis, unit pelayanan dan komite medik.
b)  Rekam medis mempunyai nilai guna tertentu tidak dimusnahkan tetapi disimpan dalam jangka waktu tertentu. 
c)  Daftar arsip rekam medis yang akan dimusnahkan oleh tim pemusnah dilaporkan kepada direktur rumah sakit dan Direkotrat Jendral Pelayanan Medik Departemen Kesehetan RI.
d)  Berita  acara  pemusnahan  dikirim  kepada  pemilik  rumah  sakit  dan kepada Direkotrat
di kutip dari
http://seputarkesehatanta.blogspot.co.id/2013/11/artikel-kesehatan-rekam-medis.html

Comment:


Add New Comment:


Nama: *

Email / HP:

Komentar: *

characters left


Enter code *